Latest News

Suami Diamuk Warga Sampai Meninggal, Cerita Zubaedah Ini Bikin Kaum Netter Nangis – nulis

Suami Diamuk Warga Sampai Meninggal, Cerita Zubaedah Ini Bikin Kaum Netter Nangis â€" nulis

Pria yang berinisial MA mengalami hal yang sangat mengenaskan di hadapan massa. Ia dipukuli, di fitnah, dan dibakar hidup-hidup oleh orang yang tidak berperikemanusiaan. MA dituduh karena mencuri amplifier milik mushola dan ternyata ia memang bekerja sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik.

Setelah kejadian tersebut, awak media langsung datang di kediamannya, Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi. Siti Zubaedah mengatakan yang sebenarnya tentang pekerjaan suaminya di depan awak media. “Suami saya tukang amplifier, ia bisa merakit box-box salon” ujar Zubaedah sambil menangis.

zubaedah

“Suami saya bukan maling, ia sering mencari amplifier bekas untuk di reperasi dirumah, lalu suami saya menjualnya kembali.” Zubaedah juga menambahkan, “Saat di mushola Al Hidayah, ada kemungkinan suami nya sholat, dan ampli tersebut memang sudah dibeli nya untuk dibawa kerumah.

Zubaedah terus menangis ketika di wawancarai awak media. Bahkan ia harus meratapi nasib nya yang sedih karena kejadian tersebut. Wanita yang bernama lengkap Siti Zubaedah ini kini telah memiliki seorang anak laki-laki yang berusia 4 tahun dan satu lagi masih berusia tujuh bulan yang masih dalam kandungan.

zubaedah1

Bahkan disaat ia mengetahui kondisi suaminya dari pihak kepolisian, Zubaedah tidak percaya itu adalah suaminya, Zubaedah mengatakan, “Ya kata polisi suami saya nyuri ampli di mushola Babelan, suami saya dipukuli, digebukin terus dibakar hidup-hidup, awalnya saya nggak percaya itu suami saya, ternyata benar ia dibakar hidup-hidup, saya tidak bisa melihat wajahnya lagi.” Kenang Zubaedah sambil menangis.

Sambil menangis, Zubaedah sangat berharap keadilan untuk almarhum suaminya, agar pelaku yang membakar suaminya segera di proses hukum.

 

 

قالب وردپرس

0 Response to "Suami Diamuk Warga Sampai Meninggal, Cerita Zubaedah Ini Bikin Kaum Netter Nangis – nulis"