Diantara kewajiban orang tua kepada anaknya: Mendidiknya dengan pendidikan Islam, mengajarkan Al-Quran, memerintahkan shalat, memberikan nama yang baik, berlaku adil kepada anak-anaknya, memberi nafkah yang layak, mencarikan calon isteri yang shalihah atau calon suami yang shalih, mengajarkan prilaku yang baik dan lain sebagainya, memerintahkan putrinya menutup auratnya dan memelihara keluarganya dari segala yang menggiring mereka ke pintu nereka.
Ketika Allah taâala mewajibkan kepada anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, seperti dalam firman Allah taâala berikut:
âÙÙØµÙÙØ§ Ø§ÙØ¥ÙØ³Ø§Ù Ø¨ÙØ§ÙدÙÙ Ø¥ØØ³Ø§Ùâ¦â.
âDan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanyaâ¦â (Q.S: Al-Ahqaf: 15)
âÙÙØ¶Ù Ø±Ø¨Ù Ø£ÙØ§ ØªØ¹Ø¨Ø¯ÙØ§ Ø¥ÙØ§ Ø¥ÙØ§Ù ÙØ¨Ø§ÙÙØ§ÙدÙÙ Ø¥ØØ³Ø§Ùاâ¦â.
âDan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapakâ¦â. (Q.S: Al-Israâ: 23)
Demikian juga dengan hadits Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ia berkata: Seorang pria datang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya:
âÙØ§ رسÙ٠اÙÙ٠٠٠أØÙ اÙÙØ§Ø³ Ø¨ØØ³Ù ØµØØ§Ø¨ØªÙ Ø ÙØ§Ù: Ø£Ù Ù. ÙØ§Ù: Ø«Ù Ù ÙØ ÙØ§Ù: Ø£Ù Ù. ÙØ§Ù: Ø«Ù Ù ÙØ ÙØ§Ù: Ø£Ù Ù. ÙØ§Ù: Ø«Ù Ù ÙØ ÙØ§Ù: أبÙÙ
âSiapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?â. Beliau menjawab: âIbumuâ. Dia bertanya lagi: âKemudian siapa?â. beliau menjawab: âibumuâ. Dia bertanya lagi: âKemudian siapa?â beliau menjawab: âibumuâ. Dia bertanya lagi: âKemudian siapa?â beliau menjawab: âAyahmuâ. (HR. Bukhari dan Muslim)
Di sisi lain Allah taâala juga mewajibkan kedua orang tua untuk berlaku baik kepada anak atau keturunannya.
Diantara kewajiban orang tua kepada anaknya: Mendidiknya dengan pendidikan Islam, mengajarkan Al-Quran, memerintahkan shalat, memberikan nama yang baik, berlaku adil kepada anak-anaknya, memberi nafkah yang layak, mencarikan calon isteri yang shalihah atau calon suami yang shalih, mengajarkan prilaku yang baik dan lain sebagainya, memerintahkan putrinya menutup auratnya dan memelihara keluarganya dari segala yang menggiring mereka ke pintu nereka.
Allah taâala berfirman:
âÙØ¢Ø£ÙÙØ§ Ø§ÙØ°Ù٠ءا٠ÙÙØ§ ÙÙØ¢ Ø£ÙÙØ³ÙÙ ÙØ£ÙÙÙÙÙ ÙØ§Ø±Ø§..â.
âWahai orang-orang Mukmin, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari azab api nerekaâ¦â.
Masih banyak lagi kewajiban orang tua kepada anaknya dan bila orang tua melalaikan dan kewajiban-kewajiban tersebut maka dia bisa termasuk orang tua yang durhaka kepada anaknya.
Bila seorang anak memiliki orang tua yang melalaikan kewajiban kepada anaknya, maka dia tetap wajib berbuat baik kepada orang tuanya, wajib menasihatinya dengan cara yang sopan, ramah dan santun, tidak menyakitinya dengan kata-kata maupun perbuatan, terus sabar dan berdoa kepada Allah agar dibukakan pintu hidayah untuknya.
Jadi, Allah SWT yang Maha Adil tidak saja memerintahkan seorang anak memenuhi kewajibannya untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya seperti berbuat baik kepadanya, mentaati perintahnya bila tidak menyalahi perintah Allah taâala, menafkahinya dan lainsebagainya, namun juga memerintahkan orang tuanya untuk memenuhi kewajibannya seperti kami sebutkan di atas.
loading...
0 Response to "Adakah Orang Tua yang Durhaka kepada Anaknya? â Post Share Indonesia"